Nyeri kaki

Kaki merupakan bagian tubuh yang kompleks, terdiri dari tulang, sendi, otot, tendon, ligamen, saraf, dan pembuluh darah, sehingga sumber nyeri bisa berasal dari salah satu atau beberapa struktur tersebut. 

Cedera
Terkilir, keseleo, atau patah tulang akibat aktivitas fisik berlebihan, jatuh, atau kecelakaan.
Ketegangan otot, radang tendon (tendinitis), atau robekan kecil pada otot akibat penggunaan berulang atau gerakan tiba-tiba.
Plantar fasciitis
Nyeri kaki yang sering ditemukan. Ini adalah peradangan pada lapisan bawah kaki yang disebut sebagai Plantar fascia. Plantar fascia menghubungkan tulang tumit dan ibu jari sehingga nyeri dirasakan pada telapak kaki dan area tumit dan lengkung kaki. Paling umum nyeri terasa saat bangun tidur pagi, setelah lama berjalan maupun ketika berdiri setelah duduk lama.
Kondisi ini juga dapat disebabkan karena kelainan struktural dari kaki/
Masalah Struktural
Kondisi di mana bentuk atau posisi tulang, sendi, atau jaringan di kaki tidak normal, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, nyeri, atau masalah fungsional, contohnya kaki datar (flat feet), di mana lengkung kaki menghilang atau tidak terbentuk dengan baik, membuat telapak kaki rata sepenuhnya saat berdiri. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri atau kelelahan karena distribusi berat badan yang tidak merata. Bunion adalah benjolan tulang yang terbentuk di pangkal jempol kaki, sering kali akibat tekanan berulang atau penggunaan sepatu sempit, yang menyebabkan jempol kaki miring ke arah jari lain dan menimbulkan rasa sakit. Hammertoe terjadi ketika jari kaki melengkung secara tidak normal, biasanya karena ketidakseimbangan otot atau tendon, dan dapat menyebabkan gesekan serta nyeri saat memakai sepatu. Pes cavus adalah kebalikan dari kaki datar, di mana lengkung kaki terlalu tinggi, sehingga tekanan lebih besar pada bola kaki dan tumit, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan atau nyeri. Kelainan struktural ini sering kali dipengaruhi oleh faktor genetik, cedera, atau kebiasaan penggunaan sepatu yang tidak tepat, dan penanganannya bisa meliputi penggunaan orthotic (alat bantu kaki), terapi fisik, atau dalam kasus parah, operasi untuk memperbaiki struktur kaki..

Nyeri kaki biasanya bisa diatasi dengan istirahat, kompres es, atau obat pereda nyeri. Namun, segera konsultasi ke dokter jika ada riwayat cedera serius, nyeri tidak membaik setelah beberapa hari, disertai bengkak, kemerahan / demam, mati rasa atau kelemahan otot, sulit berjalan. Pengobatan konservatif dilakukan seperti obat anti nyeri paracetamol, obat AINS (anti inflamasi non steroid), latihan penguatan dan stretching , maupun tindakan spesialistik seperti pemberian Extracorporeal Shockwave Therapy , injeksi anti radang pada daerah yang bermasalah.

Bila tidak mendapat penanganan yang optimal akan mengganggu pola jalan dan merubah mekanisme kerja otot yang lain seperti otot paha,pinggul dan pinggang, tentu saja akan mengganggu aktifitas sehari-hari.