Patellofemoral pain
Penyebab nyeri lutut yang paling sering dari penggunaan berlebihan. Nyeri didapatkan di depan lutut atau terasa dalam tempurung lutut yang diperberat saat jongkok, duduk lama, berlari, memanjat atau naik tangga. Ini disebabkan karena tempurung lutut yang tidak berada pada posisi yang benar. Penyebabnya karena tempurung lutut ditopang oleh otot yang lemah (quadriceps dan gluteal), otot terlalu tegang (hamstring, quadriceps dan hip flexor), kaki datar atau lengkungan tidak normal atau murni karena aktivitas yang terlalu berat dan cepat.
Patellar tendinopathy atau jumper's knee
Tendon dari tempurung lutut yang menyambungkan otot quadriceps dan tulang kering dapat mengalami degenerasi atau melemah. Bisa karena faktor usia namun bisa juga karena penggunaan berlebihan.
Osteoarthritis
Di sini terjadi degenerasi dari tulang rawan persendian sehingga mengalami perkapuran. Persendian tulang rawat bersama dengan bursa ini pada lutut juga berfungsi menahan benturan dan melindungi sendi engsel. Secara klasik nyeri yang dirasakan adalah kekakuan lutut saat bangun pagi yang mulai berkurang seiring sendi lutut mulai bergerak namun nyeri dirasakan meningkat lagi setelah aktivitas bertambah.
Cedera
Cedera pada lutut banyak diakibatkan karena cedera ACL, meniscus atau bantalan tulang rawan.Cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) adalah robekan atau regangan berlebihan pada ligamen cruciatum anterior, salah satu ligamen utama di lutut yang berfungsi menstabilkan sendi saat melakukan gerakan memutar, berputar, atau menghentikan gerakan secara tiba-tiba. Cedera ini sering terjadi selama aktivitas olahraga seperti sepak bola, basket, atau ski, akibat gerakan mendadak, pendaratan yang salah, atau benturan langsung. Gejalanya meliputi nyeri hebat, suara “pop” saat cedera, pembengkakan, ketidakstabilan lutut, dan keterbatasan gerak. Cedera ACL sering bersaamaan dengan cedera meniscus / bantalan sendi. Meniscus dapat robek pada penggunaan berlebihan maupun pada proses degenerasi. Gejalanya meliputi nyeri, bengkak, kaku, sensasi “terkunci” pada lutut, dan kesulitan meluruskan atau menekuk lutut sepenuhnya. Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik , dan pencitraan seperti USG atau MRI. Penanganannya bervariasi tergantung tingkat keparahan: cedera ringan dapat diatasi dengan istirahat, es, obat antiinflamasi, dan terapi fisik, sementara cedera berat atau robekan besar mungkin memerlukan operasi arthroscopic untuk memperbaiki atau mengangkat bagian meniskus yang rusak. Rehabilitasi pasca-penanganan penting untuk memulihkan kekuatan dan mobilitas lutut. Cedera ACL dan meniskus yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko osteoartritis di kemudian hari.
Pengobatan konservatif dilakukan seperti obat anti nyeri paracetamol, obat AINS (anti inflamasi non steroid), kompres dingin, latihan dan stretching maupun tindakan spesialistik seperti injeksi anti radang pada daerah yang bermasalah.